Membiasakan Anak Shalat Subuh Berjamaah

31 Jan 2024 • 111 pembaca


Oleh:

KH. Bachtiar Nasir

 

Sakhr bin Wadi’ah Al-Ghamidi radliyallaahu ‘anhu berkata bahwasanya Nabi Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ya Allah, berkahilah bagi ummatku pada pagi harinya,” (Riwayat Abu dawud 3/517, Ibnu Majah 2/752, Ath-Thayalisi halaman 175, dan Ibnu Hibban 7/122 dengan sanad shahih).

 

Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda bahwa orang yang shalat Isya berjamaah bagaikan mendirikan shalat separuh malam dan apabila ia menyempurnakannya dengan shalat Subuh berjamaah keesokan harinya, maka akan dihitung seakan-akan telah mendirikan shalat sepanjang malam. Hal ini terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud, dan Tirmidzi.

 

Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam setiap kali mengirimkan pasukan pun selalu di waktu subuh. Para pengusaha di zaman Rasulullah juga senantiasa menggunakan waktu subuh untuk memulai bisnisnya. Para scientist juga menyatakan bahwa di waktu subuh ada gas yang bisa mencerdaskan otak. Namun, gas ini akan menghilang seiring dengan terbitnya matahari.

 

Barometer Kualitas

Begitu pentingnya waktu subuh bagi Rasulullah Muhammad Shalallaahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Oleh karena itu, bila ingin melihat kualitas seorang muslim maka lihatlah kualitas shalat subuhnya. Ada pameo bahwa orang Israel tidak akan resah akan seberapa jumlah pasukan dan amunisi umat Islam. Namun, mereka akan khawatir bila jumlah jemaah shalat Subuh sudah sama banyak dengan jamaah shalat Jumat.

 

Disinilah kita melihat betapa shalat Subuh sebenarnya adalah salah satu pengukur kualitas seorang muslim. Terutama kualitas ketaatan dan kedisiplinan. Kalau kita memiliki anak lelaki dan masih shalat Subuh di rumah maka kita sebenarnya belum sukses mendidik anak. Anaknya masih jadi lelaki shalehah.

 

Cara supaya anak mau bangun untuk shalat Subuh berjamaah adalah dengan mendoakan anak ketika hendak tidur atau sedang tidur agar keesokan harinya dapat bangun dengan mudah shalat Subuh berjamaah. Begitu pula pagi harinya, doakan anak ketika membangunkan mereka tidur. Contohlah apa yang dilakukan oleh Ibunda Imam Ahmad bin Hambal manakala mendidik anaknya untuk bisa selalu shalat Subuh berjamah. Sebelum ke masjid, ibunya mempersiapkan pakaian shalatnya, menyertainya berwudhu, menemani ke masjid, dan shalat subuh berjamaah di masjid. Karena, langkah awal bangkitnya sebuah bangsa adalah dengan mendisiplinkan shalat subuh berjamaah.

 

Dalam sebuah hadits dari riwayat Imam Muslim, Rasulullah saw bersabda, “Dua rakaat sunnah Fajar lebih baik dari dunia dan seisinya.” (Riwayat Muslim).

 

Hadits ini menggambarkan secara simbolik bahwa orang shalat dua rakaat di waktu subuh adalah mereka yang memiliki “kekayaan” lebih banyak dari dunia dan seisinya. Orang-orang yang shalat subuh adalah dia yang shalatnya disaksikan oleh malaikat malam dan siang. Dicatat amalnya oleh malaikat yang bertugas malam dan dicatat pula oleh malaikat yang bertugas di pagi hari karena keduanya menyaksikan saat kita shalat. Pergantian malaikat adalah di waktu Subuh dan Ashar, maka beruntunglah orang-orang yang beribadah di waktu-waktu ini.

 

Disisi lain, Subuh juga waktu datangnya bencana. Seperti yang terjadi pada kaum Luth, kaum Nuh, dan banyak bencana yang datang di waktu Subuh. Di negeri kita pun banyak bencana yang datang di waktu Subuh. Karena itulah, waktu subuh adalah waktu yang penting.

 

Hanyalah orang-orang yang diberikan kekuatan iman yang bisa menantikan shalat subuh berjamaah. Mereka bisa tegak mendirikan shalat kemudian setelahnya beraktivitas mencari rezeki. Orang-orang yang mendirikan shalat subuh berjamaah dalam hadits Rasulullah Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam rezekinya dijamin tidak seperti ayam yang mematuk-matuk satu persatu. Namun, perolehannya laksana membuka keran air yang lancar dan deras.

 

Masjid Ramah Anak

Kalau mau tahu sebuah keluarga memiliki kualitas finansial dan pengetahuan, hal ini sebenarnya mudah terlihat dari anak-anak mereka mau datang shalat Subuh berjamaah atau tidak. Bagaimana kualitas shalat subuh anak-anak mereka. Anak-anak yang datang shalat berjamaah di waktu Subuh biasanya datang dari keluarga yang teredukasi -dan memiliki kemampuan finansial yang baik. Maka, bila ingin suatu masyarakat baik, lakukanlah percepatan dengan gerakan shalat subuh berjamaah.

 

Anak-anak adalah kader-kader terbaik yang nantinya akan memakmurkan masjid dan menyebarkan syiar Islam. Oleh karena itu, jagalah shalat mereka terutama saat shalat subuh berjamaah. Ajak mereka shalat subuh berjamaah di masjid dan berikan tuntunan yang baik tentang bagaimana seharusnya mereka di masjid tanpa mengekang naluri anak-anak mereka.

 

Jangan larang anak-anak untuk beribadah bersama di masjid. Biarkan mereka dengan canda dan tawa riang mereka. Karena, sungguh, dalam kondisi diam lebih dari 20 menit bagi anak-anak adalah konsisi yang berat. Jadi, biarkan mereka bermain di masjid, bila tidak dalam kondisi shalat atau khutbah Jumat. Bila mereka tetap bising, ingatkanlah dengan kata-kata yang baik dan lembut. Berikan pengertian dengan bahasa yang mereka pahami. Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam dan sahabat tidak pernah memarahi anak-anak di masjid.

 

Uruslah masjid hingga shalat subuhnya seperti shalat Jumat. Jadikan masjid sebagai tempat yang ramah anak, maka keberkahan dan kebangkitan umat ini akan segera terwujud. Terlalu banyak masalah di negeri ini yang tidak bisa kita selesaikan dengan kemampuan yang kita miliki. Akan tetapi, dengan keberkahan dari shalat subuh berjamaah dan doa yang kita panjatkan kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala di waktu subuh, maka insya Allah, kemenangan akan kita miliki.*

 

Sumber: https://bachtiarnasir.com/parenting/membiasakan-anak-shalat-subuh-berjamaah/

Bagikan ke orang baik lainnya