Kunci Kekuatan Jiwa

25 Apr 2024 • 73 pembaca


Oleh:

 

KH Bachtiar Nasir

 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 

رَّبُّ ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَٱتَّخِذْهُ وَكِيلًا

 

“(Dialah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.” (Surat Al-Muzzamil ayat 9).

 

Di dalam hidup ini, bila seseorang ingin kuat, maka jadikanlah Allah sebagai wakil. Sebagai satu-satunya penolong dan pelindung. Dialah Allah, pencipta matahari sekaligus tempat timbul dan tenggelamnnya. Sekaligus yang mengatur matahari dari timur kemudian bergulir ke barat dengan segala sebab akibat yang timbul sebagai konsekuensinya.

 

Berkaitan dengan timbul dan tenggelamnya matahari ini, Raja Namrud pernah bungkam karena tidak memiliki argumen lagi di hadapan Ibrahim Alaihissalam, manakala Ibrahim menantangnya untuk menerbitkan matanari dan menenggelamkan di barat.

 

Bagi orang-orang beriman, sesungguhnya dalam proses perjalanan terbit dan tenggelamnya matahari itu banyak pelajaran yang dapat diambil dan menguatkan ketauhidan kepada Allah Azza wa Jalla. Bahwa yang menguasai sepenuhnya segala sesuatu di alam ini hanyalah Dia Allah. Ibrahim menjadi begitu perkasa karena dia telah mengagungkan Tuhannya yang telah menciptakan dan memperjalankan matahari dari tempat terbitnya menuju tenggelamnya di ufuk Barat.

 

Cara Menjadi Hamba yang Kuat

 

Namrud dengan semua ketinggian posisinya di mata manusia ketika itu menjadi rendah dan pasukannya pun menjadi lemah. Ketika Ibrahim akhirnya dibakar karena kemarahan Namrud. Maka Ibrahim benar-benar menaklukkan orang-orang yang selama ini mendustakan Allah Ta’ala.  Dirinya adalah bukti bahwa yang memiliki api dan matahari sebagai sumber api di dunia, hanyalah Allah dan segala sesuatu tunduk di bawah kehendak-Nya.

 

Menjadikan Allah sebagai tujuan dan menjadikan Allah sumber kekuatan itulah yang disebut dengan menjadikan Allah sebagai Al-Wakil. Dengan meyakini bahwa Allah adalah sumber kekuatan dan tuhan, kita akan mendapatkan sumber kekuatan jiwa yang luar biasa untuk menghadapi banyak tantangan yangharus kita lewati dalam hidup ini.

 

Bagaimana caranya agar kita mendapatkan kekuatan dari dukungan Allah Al-Wakil?

 

ٱتَّبِعْ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْمُشْرِكِينَ

 

“Ikutilah apa yang telah diwahyukan Tuhanmu kepadamu (Muhammad); tidak ada tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.” (Surat Al-An’am ayat 106).

 

Ikutilah apa yang diwahyukan Tuhan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan dan bertawakallah kepada Allah dan cukuplah Allah sebagai pelindung dan pemelihara-Mu. Bila kita bertarung dengan kekuatan yang dimiliki musuh maka pasti kita akan kalah. Namun, jika menggunakan kekuatan yang kita miliki dan menarik musuh ke wilayah kita, maka kita pasti akan menang. Namun, jika kita sudah berada di luar medan, maka kita akan kalah. Barang siapa yang ingin menolong syariah Allah maka dia akan menjadi orang-orang yang ditolong oleh Allah Azza wa Jalla.

 

Tunduk dan Pasrah pada Allah

 

Wahai para suami dan ayah, lindungilah keluarga dari segala tipu daya yang kini banyak ditawarkan oleh pihak-pihak yang ingin memeras dan memperdaya orang lain. Ini adalah penguatan umat dari berbagai muslihat yang diadakan oleh orang-orang kafir yang ingin memperdaya umat ini. Salah satunya adalah judi online yang kini begitu menggiurkan dengan penawarannya yang massif di berbagai media sosial. Ini adalah salah satu perangkap untuk melemahkan umat.

 

Bagaiamana agar kita kuat? Maka, perhatikanlah apa yang Allah Sang Maha Pencipta matahari yang beredar di Timur dan Barat ajarkan kepada kita. Lihatlah matahari yang pada kepercayaan-kepercayaan animisme yang biasanya menjadikan sebagai tuhan sesembahan. Setiap tuhan ada harinya sendiri setiap tahun. Atau binatang yang dijadikan Tuhan dan sesembahan.

 

Manakala Ibrahim Alaihissalam kemudian mengatakan bahwa Tuhan itu sesungguhnya hanya Allah yang patut disembah, maka rontoklah segala kekuatan pembanding Allah. Kekuatan itu adalah milik mereka yang yakin pada Tuhan pemilik Timur dan Barat. Tiada sesembahan kecuali hanya Allah. Laa Ilaaha Ila huwa. Ibrahim Alaihissalam berkata, “Anda ingin membakar saya, maka bakarlah. Dan bila ingin menyiksa saya, maka ketahuilah bahwa hanya Allah-lah satu-satunya penguasa.” Maka, Ibrahim as pun berdoa kepada Allah, memasrahkan dirinya untuk mendapatkan keputusan Allah bahkan bila umurnya memang harus berujung dalam kobaran api.

 

Ibrahim berkata, “Tuhanku, api ini mahluk-Mu. Mati adalah suatu kepastian. Jika engkau menyuruhku berdakwah, Engkau pasti akan baik kepadaku. Dan, perjalanan hidupku yang penuh tantangan dalam dakwah untuk agama-Mu selama ini selalu berujung pada kebaikan dan kasih sayang-Mu karena aku berserah kepada-Mu.” Maka Allah berfirman kepada api untuk menjadi dingin dan dengannya menolong Ibrahim Alaihissalam. Api yang merupakan hamba Allah pun menuruti perintah Tuhannya dan dengan menjadi dingin, ia menolong Ibrahim as.

 

Itulah kekuatan dan kekuasaan yang diberikan kepada orang-orang beriman dari Allah Azza wa Jalla pemilik segala kekuatan dan kekuasaan. Dialah sebaik-baik penolong dan pelindung. Dialah Al-Wakil yang selalu ada untuk menolong selama kita bertahan di dalam wilayah-Nya yang tak lain adalah syariah yang ditetapkan-Nya.

 

Ingatlah, jika kita ingin menjadi orang yang kuat, maka sempurnakanlah ma’rifat kepada-Nya dengan benar, sempurnakan niat Lillahitta’ala. Ikuti perjalanan takdir dan hikmah-Nya dengan berlandaskan pada tauhid. Jaga ini.

 

Jadikanlah tujuan hidup kita hanya kepada Allah dan jadikan Allah sumber kukuatan. Maka, akan selesailah urusan hidup kita, lalu Allah yang ganti akan mengatur hidup kita. Hidup ini kalau selalu yakin dan berpasrah kepada-Nya  dan menjalankan tauhid, maka hidupmu di bawah tanggungan Allah Azza wa Jalla. Allah tidak akan pernah mengecewakan kita semua. Wallahu ‘alam bish shawab.*

 

Sumber: https://bachtiarnasir.com/tadabbur/kunci-kekuatan-jiwa/

Bagikan ke orang baik lainnya