Keuntungan Bertasbih Mensucikan Allah

04 Mar 2024 • 134 pembaca


Oleh:

KH Bachtiar Nasir

 

Orang-orang yang sempurna imannya adalah orang-orang yang membebaskan Allah dari hal-hal yang tidak pantas dilekatkan kepada Allah.

 

سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ

 

Subbūhun, quddūsun, rabbunā wa rabbul malā’ikati war rūh.  

 

Artinya, “Suci dan qudus Tuhan kami, Tuhan para malaikat dan Jibril.” (HR Al-Baihaqi dan Ad-Daruqutni).

 

Bertasbihlah dengan bacaan tasbih tersebut untuk mengatasi kekecewaan.

 

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

 

Subhānal malikil quddūs

 

Artinya, “Mahasuci Tuhan yang kudus,” (HR An-Nasa’i dan Ibnu Majah).

 

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

 

Subhānallāh Walhamdulillāh Walā Ilaha Illallāh Wallāhu Akbar

 

Artinya: “Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada satu Tuhan pun yang disembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar.

 

Insya Allah bacaan tersebut bisa menerangkan kekeruhan hati.

 

Seperti Yunus Ibnu Matta yang mengalaminya kegelapan di dalam ikan.

 

Rahasianya Yunus bin Matta keluar dari lapis-lapis kegelapan karena dia senang bertasbih. Seperti disebutkan dalam Surah Ash-Shafat ayat 142-147, kisah Nabi Yunus yang berada dalam lapis-lapis kegelapan saat berada di dalam perut ikan:

 

-    Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.

-    Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.

-    Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.

-    Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.

-    Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih.

 

Tafsir Ath-Thantowi:

Setelah Nabi Yunus mendapatkan rahmat kami dan mengeluarkan dia dari ikan besar, maka kami utus dia kepada 100 orang lebih dalam pandangan manusia.

 

Tafsir As-Sa’di:

Kemudian Allah memberikan kasih sayang lagi padanya dalam bentuk yang lain dan mengaruniakan kepadanya suatu karunia yang sangat besar, yaitu Dia mengutusnya “kepada seratus ribu,” orang manusia “atau lebih” dari itu. Artinya, mereka kalau tidak lebih dari itu, maka tidak kurang dari itu. Yunus pun mengajak mereka kepada Allah, “Lalu mereka beriman,” sehingga mereka menjadi timbangan kebaikan-kebaikan Nabi Yunus, karena beliaulah yang mengajak mereka.

 

Karenaya terhadap orang-orang yang kita cintai dan belum bisa mengajak mereka dalam kebaikan, bacakan tasbih untuknya.

 

Semua yang ada di langit dan bumi bertasbih kepada Allah, disebutkan dalam Surah al-Isra ayat 44:

 

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمٰوٰتُ السَّبْعُ وَا لْاَ رْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّ ۗ وَاِ نْ مِّنْ شَيْءٍ اِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهٖ وَلٰـكِنْ لَّا تَفْقَهُوْنَ تَسْبِيْحَهُمْ ۗ اِنَّهٗ كَا نَ حَلِيْمًا غَفُوْرًا

 

“Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun.”

 

Kata tasbih berasal dari kata sabbaha, artinya berlalu dengan cepat baik di air maupun di udara.

 

Tasbih juga maknanya menjauhkan Allah dari sifat-sifat buruk.

 

Orang yang bertasbih adalah orang yang bersegera mendekat ke Allah untuk membersihkan dirinya. Dan tidak mau melekatnya hal-hal yang tidak pantas kepada Allah.

 

Tujuh lapis langit dan bumi bertasbih memuji Allah.

 

 

Sumber: https://bachtiarnasir.com/tadabbur/ksp/keuntungan-bertasbih/



Bagikan ke orang baik lainnya